ADPEBI akan taja Pelatihan Teknik Literatur Jurnal dan Penulisan Jurnal Berindex Scopus

Asosiasi Dosen Peneliti Ilmu Ekonomi dan Bisnis Indonesia kembali akan mengadakan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas para dosen dan peneliti, Pelatihan ini akan di adakan di Hotel Alpha Pekanbaru dan direncanakan pada tanggal 28 dan 29 Maret 2020, pelatihan ini bertema Pelatihan Teknik Literatur Jurnal dan Penulisan Jurnal Berindex Scopus.

Menurut ketua ADPEBI Dedi Iskamto Pelatihan kali ini lebih bertujuan untuk memperkuat basis pondasi untuk penulisan jurnal yang berstandar Internasional dimulai dari penguatan dalam basis study literatur atau mengkaji tulisan para peneliti terdahulu dan pelatihan penulisan jurnal yang berkualitas, berstandar internasional dan bereputasi tinggi yakni jurnal berindex scopus.

Ditambahkan Dedi kenapa studi literatur itu penting karena dalam penelitian yang harus dilakukan oleh seorang scholar setelah mendapatkan ide adalah melakukan kajian literatur melihat, menilai, membandingkan, mengoreksi, mengkaji dan mengutip tulisan para peneliti sebelumnya.

“Kemampuan mengutip, mengkaji, membaca dan mengoreksi jurnal orang lain adalah suatu kemampuan wajib yang harus dimiliki oleh seorang peniliti dan saat ini jurnal yang banya meniliti penemuan baru adalah jurnal internasional berbahasa inggris, jurnal bereputasi,”Ungkap Dedi. Dalam Pelatihan juga akan diajarkan teknik management literartur dengan Zatero.

Sehingga secara implisit tambah dedi kualitas suatu paper dapat dilihat dari kualitas sitasinya atau referensinya. Selain sitasi ada banyak tahap sehingga jurnal seseorang itu bisa layak yakni lulus cek Plagiat dari Turnitin yang umumnya ditetapka batas minimal 15%, semua itu akan diungkap dalam pelatihan hari pertama.

Dihari kedua akan dipandu oleh Instruktur nasional Adpebi yakni Aceng Sambas seorang peneliti yang telah memiliki 77 jurnal berindex scopus dan lebih 80 jurnal berindex goggle scholar.

“Kali ini kita mendatangkan instruktur dari jawa yang telah memiliki 77 jurnal berindex scopus dan telah memiliki h-index:13 dan i-index: 20, ini merupakan seorang peneliti yang sangat mengesankan,” Tutur Dedi.

Dengan melihat jumlah jurnal dan index yang dimiliki oleh narasumber menurut Dedi maka secara explisit dapat diliha kualitas dari narasumber.”Dalam setiap pelatihannya ADPEBI selalu mendatangkan narasumber yang berkualitas sehingga diharapkan mampu mentrasfer ilmunya kepada para peserta sehingga peserta pun akan meningkat kapasitasnya,”kata Dedi.

Pelatihan kali ini lanjut Dedi menargetkan peserta untuk mampu memahami, mengerti apa saja yang wajib dipenuhi oleh seoran peneliti untuk mampu menerbitkan jurnalnya secara internasional.

“Seperti kita ketahui bahwa memiliki jurnal berindex scopus adalah sebuah kewajiban bagi para dosen untuk meningkatkan karirnya selain harus bergelar doktor, dan kita berharap pada para peserta untuk membawa manuskrip peneltiannya untuk direview oleh narsum sehingga pada akhirnya mampu menerbitkan jurnal berstandar scopus,”ungkap Dedi.

Seperti pelatihan sebelumnya peserta pun dibatasi pada hari pertama hanya menampung sekitar 50 orang dan hari kedua 40 orang Jauh dari pendaftaran yang berjumlah lebih 100 orang, sehingga panitia terpaksa menolak peserta untuk menjaga kondusifitas pelatihan.

“Jika melihat dari pelatihan sebelumnya peserta datang dari tempat yang beragam bahkan 40% datang dari luar kota Pekanbaru, dari Padang dan Bukit tinggi, Peserta terjauh berasal dari Sibolga sumatera utara dan dari Kerinc Jambi yang berjarak 13 jam perjalanan darat,”kata Dedi.

Scroll to Top